Mengenal Penyakit Degeneratif pada Lansia

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Tanggal 29 Mei 2022 diperingati sebagai hari Lansia Nasional. Banyak kegiatan Lansia di masyarakat yang dapat membuat mereka tetap aktif salah satunya melalui pembinaan Kelompok Lansia yang biasa disebut Posyandu Lansia atau Posbindu Lansia. Dengan adanya kelompok ini, Lansia dapat melakukan kegiatan aktif antara lain: Melakukan senam lansia, membuat kerajinan tangan dan memasak bersama.

Seiring dengan bertambahnya waktu, usia, fungsi dan struktur jaringan tubuh akan menurun. Oleh karena itu hal tersebut dapat meningkatkan resiko berbgai macam penyakit degeneratif.

Apa itu Penyakit Degeneratif?

Penyakit Degeneratif adalah kondisi medis dimana fungsi dan struktur jaringan dan organ mengalami penurunan atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Data Riset Kesehatan (Riskesdas) tahun 2013, penyakit pada Lansia yang paling sering adalah penyakit tidak menular (PTM) antara lain: Darah Tinggi (Hipertensi), Kencing Manis (Diabetes Melitus), Osteoarthritis, Osteoporosis, Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan masalah gigi.

Penanganan penyakit pada Lansia yang umumnya merupakan penyakit degeneratif, krononis dan multidiagnosis membutuhkan penanganan lama dan biaya tinggi.

Apasaja macam-macam penyakit degeneratif pada Lansia?

  1. Penyakit Jantung

Penyebab penyakit degeneratif golongan kardiovaskular ini biasanya karena pembuluh darah yang tersumbat atau detak jantung yang tidak normal. Gejala yang dialami penyakit jantung meliputi:

  • Nyeri dada
  • Berdebar-debar
  • Sulit untuk bernafas
  • Kaki atau tangan mengalami pembengkakan.

Komplikasi yang bisa terjadi seperti serangan jantung, stroke, pelebaran pembuluh darah, penyumpatan pembuluh darah di kaki, henti jantung mendadak, hingga kematian.

  1. Kencing Manis

Kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula atau glukosa di dalam darah. Saat gula darah tinggi normalnya hormon insulin akan membantu memindahkan gula dari darah ke sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Namun pada pasien kencing manis (Diabetes Melitus Tipe 2) sel tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik sehingga tidak merespon sinyal dari insulin.

Umumnya gejala yang sering dirasakan oleh pasien yang menderita kencing manis adalah:

  • Mudah lelah
  • Berat badan menurun
  • Sering merasa haus
  • Lebih sering buang air kecil
  • Kulit gatal
  • Timbul luka yang sulit untuk sembuh
  • Pandangan mata kabur
  1. Osteoporosis

Pada umumnya, tulang yang mengalami pengeroposan akan digantikan dengan tulang baru. Namun, pada pasien osteoporosis proses regenerasi tulang sedikit terlambat. Osteoporosis terjadi saat tulang memiliki ruang kecil di dalam tulang sehingga kehilangan kekuatan dan kepadatannya. Hal tersebut tentu akan membuat tulang lebih lemah dan rapuh.

Gejala yang dialami oleh pasien osteoporosis adalah:

  • Nyeri pada tulang
  • Patah tulang
  • Postur tubuh membungkuk
  • Nyeri punggung

Pada wanita, saat memasuki masa menopouse maka kadar esterogen akan menurun sehingga menyebabkan terganggu nya regenerasi tulang.

  1. Alzheimer

Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi memori dan kognitif. Umumnya penyakit ini akan muncul pada usia 65 tahun ke atas. Penyebabnya merupakan penumpukan protein abnormal yang dapat mengganggu kinerja sel saraf otak. Gejala penyakit alzheimer bisa bervariasi. Namun, gejala umum yang terjadi adalah kesulitan berkomunikasi dan  mengenali orang di sekitarnya.

 

Bagaimana cara mencegah penyakit degeneratif?

Kita bisa tidak dapat mencegah penyakit degeneratif pada lansia. Namun kita bisa meminimalisir tingkat keparahan penyakit atau memperlambat datangnya macam-macam penyakit. Menerapkan pola hidup sehat sedini mungkin dengan rajin berolahraga, menghindari rokok dan minuman beralkohol, mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, mengelola stress dengan baik serta melakukan pemeriksaan medis secara berkala.