Pentingnya Antenatal Care pada Ibu Hamil

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Prof. Abdul Kadir angka kematian ibu (AKI) dan bayi di Indonesia masih terbilang tinggi. Tingginya angka kematian ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang dimulai dari fase sebelum hamil dan selama kehamilan yaitu kondisi wanita usia subur yang anemia, kurang energi kalori, obesitas dan penyakit penyulit lainnya.

Cara yang dapat dilakukan untuk menekan angka kematian Ibu adalah dengan cara membangun kesadaran di diri masyarakat agar dapat berpartisipasi serta kesadaran ibu terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan.

 

 

Apa itu pemeriksaan Antenatal Care (ANC) ?

Merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, sehingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI eksklusif, serta mengembalikan kesehatan alat reproduksi.

Tujuan ANC

  1. Memantau kemajuan proses kehamilan untuk memastikan kesehatan pada ibu serta tumbuh kembang janin.
  2. Mengetahui adanya komplikasi kehamilan yang mungkin saja terjadi saat kehamilan sejak dini
  3. Meningkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi
  4. Mempersiapkan proses persalinan sehingga dapat melahirkan bayi dengan selamat dan meminimalisir trauma yang dapat terjadi pada masa persalinan.
  5. Menurunkan jumlah kematian dan kesakitan ibu
  6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran anak agar mengalami tumbuh kembang normal
  7. Mempersiapkan ibu melewati masa nifas dengan baik serta dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya.

Apasaja yang akan diperiksa saat antenatal care?

Saat ANC kunjungan akan dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, tekanan darah serta lingkar lengan atas (LILA), pengukuran tinggi fundus uteri, hitung denyut janin (DJJ), memperkirakan usia kehamilann, kesehatan dan kesejahteraan janin. Sedangkan untuk mendukung kesehatan ibu dan janin juga diberikan imunisasi TT, pemberian tablet zat besi, dan pemeriksaan laboratorium (rutin dan khusus), kalsium, multivitamin dan mineral lainnya serta obat-obatan khusus atas indikasi dan penyuluhan/konseling termasuk perencanaan persalinan dan paska persalinan.

Selain kunjungan ANC ada juga kelas ibu hamil yang merupakan sarana belajar ibu-ibu dengan kehamilan 4 minggu sampai dengan 36 minggu yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk pola pikir ibu agar lebih memhami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, Pemberian ASI, KB pasca persalian, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan, serta penyakit menular.

Berapa kali sebaiknya frekuensi kunjungan antenatal care dilakukan?

Frekuensi kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit empat kali selama kehamilan, yaitu: minimal 1 kali kunjungan selama trimester pertama (usia kandungan <14 minggu), minimal 1 kali pada trimester kedua (usia kandungan 14-28), dan minimal 2 kali pada trimester ketiga (usia kandungan 28-36). Namun, apabila terdapat kelainan atau penyulit selama kehamilan seperti mual, muntah, keracunan kehamilan, perdarahan, dan kelainan lerak janin, maka frekuensi pemeriksaan akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Pemeriksaan antenatal care dapat dilakukan oleh tenaga medis yaitu: dokter umum dan dokter spesialis, tenaga paramedis yaitu bidan, perawat yang sudah mendapat pelatihan. Pelayanan antenatal ini dapat dilaksanakan di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, bidan, polindes, rumah sakit bersalin, dan rumah sakit umum.

Peran aktif ibu sangat diperlukan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi selama kehamilan. Dengan rutin melakukan antenatal care makan tanda bahaya dapat diinformasikan sehingga pengobatan dan pencegahan dapat membantu mengurangi pengaruh negatif pada ibu dan bayi. Selain itu ibu juga dapat menjadi sarana agar ibu hamil dapat mempersiapkan diri ketika masa nifas dan pemberian ASI eksklusif.

Kondisi yang dialami setiap ibu hamil berbeda-beda. Sehingga sangat penting untuk mengetahui kondisi tubuh ibu. Ayo, segerakan periksa kandungan ke dokter atau bida terdekat untuk memantau kesehatan ibu dan bayi.